Meningkatkan kinerja melalui pemberdayaan, kerja tim, dan komunikasi.

Pemberdayaan Karyawan

Salah satu komponen penting dari manajemen yang efektif adalah pemberdayaan (empowerment) karyawan. Manajer mencapai tujuan ini dengan memberikan wewenang dan tanggung jawab kepada karyawan untuk mengambil keputusan tentang pekerjaan mereka tanpa harus melewati persetujuan dan pengawasan manajerial sebagaimana biasanya. Pemberdayaan berarti mengeksplorasi kekuatan pikiran segenap karyawan untuk menemukan cara terbaik dalam melakukan pekerjaan dan mewujudkan ide-ide mereka. Manajer memberdayakan karyawan dengan berbagi informasi perusahaan, berbagai wewenang dalam mengambil keputusan, dan memberikan penghargaan berdasarkan kinerja perusahaan.

  • Berbagi informasi

Salah satu cara yang efektif untuk memberdayakan karyawan adalah menjaga agar karyawan mereka tetap mendapatkan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan. Selain berbagi informasi tentang perusahaan manajemen puncak juga bisa memberdayakan karyawan dengan cara mengomunikasikan informasi tentang lingkungan bisnis.

  • Berbagi wewenang dalam mengambil keputusan

Perusahaan dapat dikatakan mampu memberdayakan karyawannya bila memberikan wewenang yang luas kepada karyawan untuk mengambil keputusan di tempat kerja yang merupakan penerapan dari visi dan strategi persaingan perusahaan. Kepercayaan dan kebebasan dapat dinyatakan dalam cara yang berbeda.

  • Menghubungkan penghargaan dengan kinerja perusahaan

Untuk memberikan insentif atas hasil kerja yang memuaskan, perusahaan harus memberikan penghargaan kepada karyawan yang telah mengontribusikan ide-ide dan tindakan-tindakan yang diinginkan. Rencana kompensasi seperti pembayaran atas kinerja, pengetahuan, dan pembagian keuntungan menumbuhkan rasa memiliki pada diri karyawan.

Hal terpenting dalam meyakinkan karyawan mengenai peran mereka dalam keberlanjutan suatu perusahaan adalah kepemilikan karyawan, yang membuat karyawan berpartisipasi aktif dalam aspek keuangan perusahaan. Dua cara yang umum digunakan adalah :

Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan (ESOP)

Opsi Saham

Sebuah wali amanat yang disponsori perusahaan menyimpan saham-saham untuk para karyawan. Perusahaan memberikan karyawan suatu pilihan(opsi) untuk membeli saham yang menjadi bagiannya.
Biasanya mencakup semua karyawan tetap. Bisa diberikan kepada satu, beberapa,atau semua karyawan.
Perusahaan membayar bagian saham yang akan dimiliki karyawan. Karyawan membayar sejumlah harga tertentu untuk mencairkan opsi.
Karyawan menerima bagian saham (atau nilai saham) setelah pensiun atau berhenti dari perusahaan. Karyawan menerima bagian saham saat (dan jika) mereka mencairkan opsi, biasanya pada periode tertentu.

 

 

Kerja Tim

Kerja tim adalah upaya kooperatif dari suatu kelompok pekerja yang bertindak bersama untuk alasan yang sama. Tim adalah sekelompok orang dengan keahlian yang saling melengkapi dan komitmen pada tujuan, pendekatan, dan sekumpulan tujuan kinerja yang sama. Terdapat dua jenis tim :

  • Tim kerja

Tim kerja adalah kelompok karyawan yang relatif tetap (permanen) dengan keahlian yang saling melengkapi dan melakukan rutinitas organisasi (perusahaan) sehari-hari.

  • Tim penyelesaian masalah

Tim penyelesaian masalah adalah gabungan sementara para pekerja yang berkumpul untuk menyelesaikan masalah tertentu, sesudah itu dibubarkan.

Karakteristik Tim

 

Tim yang efektif memiliki sejumlah karakteristik. Tim ini harus memiliki ukuran tim yang tepat, memiliki pemahaman dan penerimaan atas peran-peran yang dibawakan para anggota, dan mendapatkan manfaat dari keberagaman para anggota lain.

  • Ukuran Tim

Ukuran tim dapat berkisar dari tim kecil beranggotakan dua orang hingga tim yang besar beranggotakan 150 orang. Namun, dalam praktiknya, kebanyakan tim memiliki anggota kurang dari 15 orang. Meskipun tidak ada batas ukuran yang ideal yang bisa diaplikasikan ke setiap tim, namun riset tentang efektivitas tim menunjukkan bahwa tim mencapai hasil yang maksimal dengan enam atau tujuh anggota.

  • Peran Tim

Anggota-angota tim biasanya mengambil peran tertentu, diantaranya:

  • Keberagaman Tim

Selain memainkan peran yang berbeda, para anggota tim bisa membawa beragam perspektif berdasarkan perbedaan pengalaman kerja dan usia, jenis kelamin, latar belakang sosial dan budaya. Sebuah tim lintas fungsi membentuk satu jenis keberagaman yang berasal dari keahlian para anggota dari fungsi yang berbeda dalam organisasi.

  • Kerja Tim di Perusahaan Kecil

Manajer pemilik sebuah perusahaan dapat menggali karakteristik dari sebuah tim yang sukses. Manajer bisa mengarahkan upaya setiap orang menuju tujuan bersama tim, memberdayakan anggota tim, dan memastikan bahwa tim tersebut terdiri atas anggota dengan peran yang seimbang antara spesialis tugas dan anggota yang dengan nyaman memainkan peran sosioemosional.

  • Tahap-tahap Perkembangan Tim
  • Kekompakan dan Norma-norma tim

Kekompakan tim adalah tingkat keterlibatan anggota tim pada tim dan terus termotivasi untuk menjadi bagian dari tim. Norma tim adalah standar informasi perilaku yang disepakati oleh para anggota tim.

  • Konflik Tim

Konflik adalah interaksi yang bersifat antagonistik, yaitu satu pihak berusaha menghalangi niat atau tujuan dari pihak lain.

  • Gaya-gaya penyelesaian konflik

Tidak ada satu metode pun yang dapat menyelesaikan semua konflik. Reaksi yang paling efektif bergantung pada situasi. Gaya penyelesaian konflik terentang dari respons yang asertif hingga kooperatif :

  • Gaya Kompetitif : Pendekatan yang bersifat asertif dan tegas ini bisa disimpulkan dengan pernyataan “Kita akan melakukan pekerjaaan ini dengan cara saya”. Meskipun jenis seperti ini tidak membangun hubungan yang erat dalam tim, gaya kompetitif bisa jadi berguna untuk keputusan-keputusan yang tidak umum atau situasi-situasi darurat. Pendekatan ini juga membantu menyelesaikan konflik yang meningkat melampui bentuk penyelesaian mana pun.
  • Gaya Menghindar : Berbeda dengan gaya asertif ataupun kooperatif, gaya menghindari konflik merupakan respons yang efektif jika suatu masalah diakibatkan oleh penyebab yang tidak jelas atau menciptakan situasi  yang tidak ada yang menan, jika lebih banyak informasi yang diperlukan, atau jika konflik terbuka bisa membahayakan.
  • Gaya Kompromistis : Gaya ini merupakan gaya campuran gaya asertif dan kooperatif. Gaya yang bekerja dengan baik, jika konflik muncul diantara dua tujuan penting yang berlawanan dan sama-sama penting, jika kedua pihak sama-sama kuat atau jika situasi tersebut membawa tekanan untuk mencapai solusi yang cepat.
  • Gaya Akomodatif : Gaya ini ditandai dengan kerja sama yang aktif, bisa membantu menjaga keharmonisan tim.
  • Gaya Kolaboratif : Gaya ini menggambungkan gaya asertif yang aktif dan kooperatif. Gaya seperti ini bisa membutuhkan negosiasi yang lebih panjang dan dalam waktu yang lebih lama tetapi dapat mencapai situasi yang saling menguntungkan (win situation).

Pentingnya Komunikasi yang efektif

 

Komunikasi adalah pertukaran bermakna dari informasi melalui pesan-pesan.

  • Proses Komunikasi

 

 

     PENGIRIM                                  jalur                                 PENERIMA

Mengirim pesan                                                                      Menerima pesan

      Gangguan

Menerima umpan balik                                                            Mengirim umpan balik

     PENERIMA                                 jalur                                  PENGIRIM

  • Bentuk-bentuk dasar komunikasi
Bentuk Penjelasan Contoh
Komunikasi Oral Komunikasi yang disampaikan secara lisan Percakapan pribadi, pidato, rapat, voice mail, percakapan telepon, konferensi video.
Komunikasi Tertulis Komunikasi yang disampaikan secara tertulis Surat, memo, laporan resmi, rilis berita, e-mail, faksimili.
Komunikasi Formal Komunikasi yang disampaikan melalui rantai komando dalam organisasi kepada para anggota lainnya atau kepad orang-orang yang di luar organisasi. Memo-internal, laporan, rapat,proposal tertulis, presentasi lisan, risalah rapat,surat eksternal, proposal tertulis,presentasi lisan, pidato, rilis berita, konferensi pers.
Komunikasi Informal Komunikasi yang disampaikan dengan menggunakan jalur nonformal tanpa memerhatikan hierarki wewenang organisasi. Rumor yang menyebar secara informal dikalangan para karyawan.
Komunikasi Verbal Penyampaian pesan dalam bentuk kata-kata. Rapat, panggilan telepon, voice-mail, konferensi video.
Komunikasi Nonverbal Komunikasi yang disampaikan melalui tindakan-tindakan dan  perilaku ketimbang kata-kata. Gerak tubuh, ekspresi wajah, sikap, bahasa tubuh,pakaian, dandanan.

 

Komunikasi dalam organisasi

Komunikasi Internal adalah sistem yang mengirim pesan melalui jalur di dalam organisasi.

Komunikasi di luar organisasi

Komunikasi external adalah pertukaran informasi bermakna melalui penyampaian pesan-pesan antara organisasi dan audiens utamanya.

Posted on April 23, 2011, in Pengantar Bisnis and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: